Berbahagialah mereka yang membasuh jubahnya. Mereka akan memperoleh hak atas pohon-pohon kehidupan dan masuk melalui pintu-pintu gerbang ke dalam kota itu.


Referral Banners

Amsal  27:19 ~ Seperti air mencerminkan wajah, demikianlah hati manusia mencerminkan manusia itu.

Selasa, 08 September 2009

Catatan singkat hidup Daud


Latar Belakang.

Nama Daud pertama muncul di dalam Alkitab ketika Samuel diminta oleh Tuhan mencari penganti Saul. Perintah Tuhan kepada Samuel sangat jelas, dimana ia diminta mengunjungi keluarga Isai, ayah Daud. Pilihan Tuhan kepada Daud secara manusia merupakan pilihan yang tidak wajar. Sebagai anak bungsu, Daud sama sekali tidak diperhitungkan. Isai sebagai ayah Daud seharusnya memanggil seluruh anak-anaknya, tetapi yang diperlihatkan kepada Samuel hanya saudara-saudaranya saja. Sesuatu yang tidak diperhatikan manusia sesunggunya ada dalam perhatian Tuhan.

Dinamika Kehidupan Daud

A. Allah sebagai Pendidik

Pemilihan dan penahbisan sebagai raja merupakan awal dari rencana Allah bagi Daud. Setelah penahbisan, kehidupan Daud tidak pernah lepas dari masalah. Mungkinkah Daud bertanya-tanya di dalam hatinya, mengapa sukacita penahbisan dirinya sebagai raja hanya sesaat saja? Bukankah kehidupan sebagai gembala domba lebih menyenangkan? Tantangan dan kesulitan silih berganti di dalam hidupnya. Bahkan beberapa kali terancam nyawanya. Cara kerja Allah yang unik di dalam kehidupan manusia, kesulitan dan tantangan yang diberikan bagi orang pilihan-Nya merupakan sebuah pendidikan, agar orang pilihan-Nya menjadi orang yang berkualitas untuk dipakai menjadi alat kemuliaan-Nya.

Allah adalah seorang pendidikan yang teramat baik. Dialah model utama seorang pendidik. Ia bukan sekadar memanggil, tetapi juga menpunyai rencana menjadikan melalui membuat dan menbentuk. Tuhan ingin membentuk dan menjadikan orang-orang pilihan-Nya dari orang yang biasa-biasa dapat mengerjakan hal hal yang luar biasa. Dari yang tidak memiliki kemampuan diberikan kemampuan. Panggilan-Nya bukan sekedar ajakan, tetapi rencana kerja yang sangat baik.

Daud mendapatkan pendidikan dari Tuhan. Meskipun pendidikan itu keras, menyakitkan dan mendatangkan kepedihan, putus asa yang besar. Daud pernah menjadi pelarian, tetapi ia tetap setia kepada didikan Tuhan. Saat mendengar kematian Saul, Daud tidak segera datang ke Istana mengambil mahkota. Ia dengan sabar menunggu rencana Tuhan.

B. Tahap Tahap Kehidupan Daud.

Elisabeth Hurlock membagi tahap perkembangan orang dewasa menjadi tiga bagian. Dewasa awal, 18-40 tahun; Dewasa menengah 40-60 tahun; dan dewasa lanjut di atas 60 tahun. Catatan Alkitab mencatat fase kehidupan Daud dalam tiga tahapan. Fase I, Daud ditetapkan menjadi raja dan pada usia tiga puluh tahun ia menjadi raja dan selanjutnya mengembalakan umat Israel sedangkan fase terakhir adalah problematika usia lanjut.

Daniel J. Levinson, melihat kedewasaan dimulai pada usia dua puluh dua tahun dan usia lanjut pada usia enam puluh lima tahun. Levinson menjelaskan adanya masa transisi dari setiap periode waktu. Dalam kehidupan Daud mengenal beberapa dalam kehidupannya. Fase itu diantaranya adalah : Fase Daud memperkokoh kerajaan dengan mengalahkan para musuhnya dan membangun istana serta menjadikan Yerusalem sebagai ibukota dengan meningkatnya kemakmuran dan transaksi perdagangan. Ketika kerajaannya kokoh, ia mulai melihat pentingnya membangunkehidupan rohani dengan adanya pemikiran membangun Bait Allah. Daud memperhatikan cinta kasih, keadilan universal dan pengharapan yang anat tinggi terhadap nilai hidup. Lalu Daud masuk kepada fasepensiun dari pekerjaanNya sebagai raja.

Catatan singkat kelemahan Daud.

Kelemahan Daud d\yang dicatat oleh Alkitab diantaranya adalah masalah godaan seks dan kesombongan. Daud ambil keputusan yang jahat dimata Tuhan saat menjalankan skenario mengambil istri Uria dan juga usaha untuk mengetahui keberhasilannya membangun kekuatan militer yang menjadikan bangsa Israel saat itu menjadi negara super power.

Tuhan menghukum Daud dan Daud harus membayar dengan harga yang mahal akibat kelemahan daging karena membiarkan kelemahan daging menguasai hidupnya. Keberhasilan Daud adalah akibat proses dan intervensi Tuhan dalam kehidupan Daud yang melimpah dengan anugerah-Nya.

Kesimpulan
  1. Kedewasaan Daud terjadi melalui proses belajar, dimana hati yang rela menerima teguran. Proses belajar mendatangkan perubahan pribadi secara keseluruhan pikiran, perasaan dan kehendak dan roh.
  2. Kegagalan Daud menjadikan kita mawas diri terhadap kelemahan yang kita miliki.

Sumber : Gideon Setiabudi & Herman Suratman.