Berbahagialah mereka yang membasuh jubahnya. Mereka akan memperoleh hak atas pohon-pohon kehidupan dan masuk melalui pintu-pintu gerbang ke dalam kota itu.


Referral Banners

Amsal  27:19 ~ Seperti air mencerminkan wajah, demikianlah hati manusia mencerminkan manusia itu.

Sabtu, 17 Maret 2012

Kisah Nuh

Nuh (atau Noe, Noach; Ibrani : נֹחַ, נוֹחַ, modern Nuh Tiberias Nuh; Arab : نوح Nuh; Yunani : Νωέ). Nama Nuh berasal dari Ibrani נֹחַ, נוֹחַ(Nōăḥ), yang berarti "hinggap", "menentramkan", "berhenti", atau "istirahat" (2Raj 2:15; Rat 5:5; Ul 5:14). Arti nama Nuh berdasarkan asal kata tersebut adalah "sabat", "istirahat", dan "penghiburan". Kisah Alkitab tentang Nuh yang terkandung dalam bab 6-9 dari kitab Kejadian , di mana ia menyelamatkan keluarganya (istrinya, tiga anak, dan istri mereka) dan perwakilan dari semua hewan dari banjir dengan membangun sebuah bahtera . Ia juga disebutkan sebagai "pertama petani "dan dalam kisah Kutukan Ham

Nuh adalah anak Lamekh yang menamakannya Nuh, mengatakan, "Ini sama akan menghibur kita dalam pekerjaan kita dan dalam kerja keras dari tangan kita, yang datang dari tanah yang telah dikutuk TUHAN." Dalam lima tahun keseratus nya Nuh memiliki tiga anak, Yafet , Sem dan Ham . Allah sedih pada kejahatan umat manusia, mengirim besar banjir menghancurkan semua kehidupan, tapi menginstruksikan Nuh, seorang pria "benar di generasinya," untuk membangun sebuah bahtera dan menyimpan sisa-sisa kehidupan dari.


Nuh digambarkan sebagai orang yang benar di antara orang-orang lain yang hidup di zamannya. Kejadian 6:8 mencatat, "Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata Tuhan". Pada saat itu, manusia hidup bergelimang dosa sehingga Allah memutuskan untuk menjatuhkan hukuman dengan bersabda"Aku akan memusnahkan mereka bersama-sama dengan bumi" . Akan tetapi, Allah tidak menghancurkan segala-galanya. Dia memerintahkan Nuh untuk membangun sebuah bahtera besar untuk menyelamatkan sebagian makhluk ciptaan-Nya.


Hal yang menarik sekalipun orang tua Nuh adalah Lamekh seorang pembunuh dan pelopor poligami, Nuh tumbuh dalam hidup yang benar di hadapan TUHAN. Kehidupan orang tuanya serta saudaranya justru menjadikan NUH orang yang paling saleh di zamannya. air bah. Kejahatan manusia sangat dipengaruhi oleh Lamekh dan kesalehan digerakkan oleh salah seorang dari anak Lamekh. Meskipun Alkitab mencatat kejahatan manusia saat itu sangat jahat namun kejahatan manusia saat ini jauh lebih besar dari Lamekh yang dianggap manusia yang berpengaruh dalam kejahatan saat itu.


Nuh taat membangun bahtera dan masuk ke dalamnya. Setelah masuk bahtera , Kitab Kejadian, menggambarkan bahwa air merendam bumi selama 150 hari lamanya dan setelah itu air mulai surut. Nuh menunggu hingga bumi benar-benar kering sebelum membuka pintu bahtera. Nuh kemudian keluar bersama keluarga dan semua binatang yang ada di dalam bahtera tersebut. Setelah peristiwa Bah, Tuhan memutuskan bahwa umur manusia akan dibatasi menjadi 120 tahun yang pelaksanaanya terjadi saat zaman Musa, dan bumi pun alami perubahan iklim.



Setelah air bah, "adalah Nuh penggarap pertama dari tanah", ia digambarkan sebagai petani yang "menanam kebun anggur, dan ia minum anggur." Ham anak Nuh melihat ayahnya telanjang di tenda ayahnya, dan mengatakan kepada saudara-saudaranya, dan sebagainya Nuh mengutuk Ham anak Kanaan, memberikan tanahnya untuk Sem.  



Pandangan Perjanjian Baru antara lain:

  • Menurut 2 Petrus 2:5, Nuh dianggap sebagai "pengkhotbah kebenaran". 
  • Injil Lukas membandingkan Banjir Nuh dengan Hari kedatangan kiamat: "Dan sama seperti terjadi pada zaman Nuh, demikian pula itu akan berada di hari-hari kedatangan Anak Manusia. " 

Nuh mencatat bahwa keluarganya adalah yang selamat dari bah yang melanda dunia karena hidup benar, serta taat sebab percaya.